Kemenag Targetkan Satu Universitas Miliki Satu Jurnal Internasional

Aceh (Kemenag) — Kementerian Agama melalui Ditjen Pendidikan Islam menargetkan setiap universitas memiliki satu jurnal internasional. Target demikian dimaksudkan untuk terus mendorong Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dalam meningkatkan mutu publikasi ilmiah.

Kualitas publikasi ilmiah sangat ditentukan oleh kualitas jurnal sebagai ruang akademik tridharma perguruan tinggi. “Publikasi Ilmiah (jurnal) adalah jantung PTKI. Karena itu, publikasi ilmiah merupakan salah satu anasir penting dan sekaligus menjadi indikator kunci sebuah kerja akademik yang dilakukan perguruan tinggi,” kata Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Nizar Ali.

Hal itu Nizar sampaikan saat memberikan arahan pada kegiatan Temu Konsultasi Jaringan Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Rabu (26/4) di Banda Aceh. Menurutnya, jurnal memiliki kontribusi besar bagi sebuah perguruan tinggi.

Peningkatan kualitas mutu jurnal kata Nizar dapat menjadi solusi dari minimnya guru besar di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri. “Saat ini, perguruan tinggi kita baru memiliki tiga jurnal yang terindeks Scopus. Karena itu, peningkatan kualitas jurnal menjadi bagian dari solusi untuk menambah angka guru besar,” tambah Nizar yang juga guru besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Nizar menengarai, kesulitan yang dihadapi para dosen untuk menjadi guru besar saat ini lebih banyak bertumpu pada permasalahan artikel jurnal internasional. Peraturan MenPAN dan RB No 17 tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya mengatur, strata Doktor menjadi syarat untuk kenaikan jabatan ke Lektor Kepala dan Guru Besar (Pasal 26 ayat 3).

Secara lebih spesifik, kenaikan jabatan ke Lektor Kepala wajib memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan di jurnal terakreditasi, sedangkan persyaratan ke Guru Besar wajib memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi (pasal 26 ayat 4).

“Dalam konteks itu, sesuai arahan Dirjen Pendidikan Islam, kami menargetkan satu universitas memiliki jurnal internasional bereputasi. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya dosen kita,” ungkap Nizar Ali di hadapan para pengelola jurnal terakreditas dari seluruh PTKI di Indonesia.

Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Muhammad Zain mengatakan, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam saat ini sedang mengembangkan portal moraref.or.id. Dikatakan M. Zain, portal moraref merupakan bagian dari strategi untuk menjembatani kesenjangan antara potensi jurnal yang dimiliki PTKI dengan realitas jurnal terindeks Scopus yang eksis selama ini.

Karena itu, menurut M. Zain, perlu langkah strategis untuk mendorong jurnal-jurnal yang ada di lingkungan PTKI. “Pertemuan ini diharapkan menjadi sharing knowledge antar pengelola Jurnal di lingkungan PTKI agar bisa bergerak cepat merumuskan langkah kedepan,” ungkap Zain.

Muhammad Zain menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam akan mengadakan pertemuan dengan pimpinan tertinggi Scopus, Said Thaha untuk membahas kerjasama peningkatan mutu publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.

Hadir beberapa narasumber untuk mendiskusikan strategi peningkatan kualitas mutu publikasi ilmiah, antara lain Prof. Martha Beck, Kasubdit fasilitasi Jurnal Ilmiah Kemenristekdikti, Suwitno. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, 26-28 April 2017. (wildan/mkd/mkd)

 

Sumber berita : http://diktis.kemenag.go.id/NEW/index.php?berita=detil&jenis=news&jd=812#.WRvQFDclEps

Diunduh tanggal 17 Mei 2017