Penguatan Jurnal Ilmiah untuk Membangun Publikasi Bergengsi

Banda Aceh (Diktis) Dalam rangka menjaga kualitas mutu jurnal ilmiah yang terakreditasi dan persiapan akreditasi online di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Dit. PTKI) mengundang pengelola jurnal untuk melakukan koordinasi.

Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Muhammad Zain mengatakan bahwa mengelola jurnal ilmiah di perguruan tinggi bukan pekerjaan mudah. Selain dananya yang kecil, ada banyak persoalan lagi yang membuat mengelola jurnal ternyata cukup rumit. Padahal jurnal ilmiah memiliki peran yang sangat strategis bagi kemajuan perguruan tinggi. “Dalam membuat kebijakan tentang peningkatan kualitas mutu publikasi ilmiah, kami ingin merumuskan bersama para pengelola jurnal,” demikian dikatakan Muhammad Zain pada kegiatan Temu Konsultasi Jaringan Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Kamis (25/4) di Banda Aceh.

Dalam konteks itu, Muhammad Zain berharap agar pertemuan dpara pengelola jurnal di lingkungan PTKI menjadi media untuk saling memperkaya dan saling berkoordinasi demi kemajuan bersama. Selain itu, ada satu aspek lain yang juga ditegaskan oleh Muhammad Zain yakni tentang Moraref. Dikatan M. Zain, moraref akan diperkuat agar berperan maksimal dengan segala peran dan fungsinya. “Selama ini Moraref telah memberikan peran yang cukup signifikan bagi terbangunnya iklim ilmiah. Karena itu, kami berharap portal moraref dapat difungsikan dengan baik sebagai portal indeksasi jurnal di lingkungan PTKI”, ungkap Muhammad Zain yang juga pernah menjabat Kasubdit Ketenagaan dan Kasubdit Pengembangan Akademik ini.

Kasi Publikasi Ilmiah Dit. PTKI, Mahrus juga menyampaikan beberapa hal penting terkait peningkatan mutu jurnal menuju akreditasi nasional dan internasional bereputasi. Selain itu, menurut Mahrus, ada beberapa program yang saat ini sedang diinisiasi oleh Dit PTKI, antara lain peningkatan publikasi ilmiah melalui skill academic writing dan peningkatan hak kekayaan intelektual serta hak paten.

“Kami sedang mendesain beberapa kebijakan tentang publikasi ilmiah di lingkungan PTKI. Karena itu, kami berharap masukan dari para pengelola Jurnal untuk menerjemahkan program dalam kebijakan strategis” ungkap Mahrus.

Merespon hal itu, pengelola Journal of Indonesian Islam (JIS) UIN Sunan Ampel Surabaya yang telah terindeks Scopus, Khoirun Niam mengatakan bahwa salah satu persoalan yang dihadapi para pengelola jurnal adalah naskah. “Mencari naskah yang bagus cukup sulit, terutama pada jurnal yang belum terakreditasi. Karena itu, para pengelola jurnal penting untuk belajar pada jurnal lainnya yang telah terakreditasi”, ungkap Niam.

Pada sesi panel, narasumber yang hadir antara lain Al-Makin, Saptoni, dan Arif Maftuhin. Saptoni menjelaskan hal-ihwal Moraref, mulai kilas balik sejarah, proses pengelolaan hingga upaya-upaya untuk meningkatkan peran Moraref sebagai lembaga pengindeks yang bergengsi. Senada dengan Saptoni, Arif Maftuhin mengidealkan agar Moraref tidak hanya untuk jurnal, tetapi juga menjadi lokomotif penelitian dan publikasi. “Ke depan, perlu adanya paper dari konferensi yang terindeks Moraref,” demikian tegas Arif. Menurutnya, fitur Moraref akan terus dikembangkan dengan catatan datanya valid. “Tanpa data valid, Moraref tidak akan berkembang sesuai dengan harapan,” tegas Arif.

Sementara Al Makin banyak membahas dunia jurnal di Indonesia dan relasinya dengan Moraref. Al Makin mengharapkan agar artikel-artikel yang di Moraref kontennya bermutu. Al Makin menemukan beberapa kelemahan artikel di jurnal lingkungan PTKI. Kelemehan itu antara lain tidak berbasis penelitian, literatur kurang bagus dan tidak memiliki kontribusi ilmiah karena argumen kurang kokoh, serta kelemahan aspek bahasa. “Kelemahan-kelemahan itu harus dihilangkan untuk menumbuhkan publikasi bergensi di lingkungan PTKI”, ungkap Al-Makin yang juga pengelola Jurnal Al-Jamiah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Sesi diskusi yang berkaitan dengan persoalan jurnal berlangsung secara kondusif. Substansi perbincangannya adalah agar jurnal-jurnal di PTKI semakin baik dan memberikan kontribusi penting untuk kemajuan PTKI. (ngainunnaim/wil)

 

Sumber Berita: http://diktis.kemenag.go.id/NEW/index.php?berita=detil&jenis=news&jd=813#.WRvNeDclEps

Diunduh tanggal 17 Mei 2017